Search

CERBUNG

# Bagian 2

Tring…..
Tring….

Pijar redup lampu biru, sayup-sayup suara detak jam dinding di kamar kost akasia beradu dengan keheningan malam kota Jakarta, Akasia masih berjibaku dengan lembar demi lembar kertas file yang membuatnya seolah masuk kedalam jurang dalam dan kegelapan tak berujung. Sebuah dunia yang tidak ia kenal sebelumnnya. Suatu hal baru yang hari demi hari mulai memenuhi tiap jengkal ruang dalam pikirannya.

File terenkripsi yang didapati dari Black Web sebuah situs yang didalamnya serupa forum di dunia maya tempat berkumpulnya para peretas dari berbagai belahan dunia telah berhasil ia pecahkan serta membuka isi dalam file tersebut yaitu sebuah video berdurasi kurang dari dua menit serta sebuah dokumen gambar prasasti dari kulit hewan yang di dalamnya memuat naskah kuno yang ditulis dalam bahasa aramic.

Di awal video menampilkan seorang pria muda dengan aksen latin yang merekam dirinya dalam mode kamera depan gawai yang kemudian Akasia tahu jika pria tersebut berbicara dalam bahasa Brazil yang kalau di artikan dalam bahasa indonesia kira-kira adalah “Pergi! Pergilah sejauh mungkin jika kamu melihat ini dan jangan pernah percaya siapapun karena dimanapun kamu berada setelah ini kamu tidak akan pernah aman lagi! Jangan berusaha mencari tahu apapun tentang ini, lekas pergi!”

Akasia terkekeh pelan, ia mengira bahwa video itu dibuat hanya untuk lelucon, tapi di jelang menit akhir kamera belakang video tersebut merekam seorang lelaki paruh baya yang jatuh ditikam belati oleh seorang pria berbaju militer, dan seorang pria lagi memegangi pria paruh baya tersebut, lalu video terputus saat si perekam kejadian itu di kejar oleh seorang dari pria berbaju militer dan tampak masuk ke semak belukaar dan terlihat sebuah mulut gua, disana video itu berakhir.

Akhir dari rekaman video itu membuat Akasia berpikir ulang, ia menyadari suatu hal, kalau memang ini hanyalah sebuah lelucon atau prank lalu mengapa filenya sampai di enkripsi dengan sangat sulit yang oleh akasia bahkan perlu waktu dua hari lamanya untuk bisa membukanya dann darah yang keluar dari tikaman dalam rekaman tersebut jelas bukan sebuah akting belaka, sangat terlihat nyata bila dibandingkan sekedar sebuah adegan film.

Rasa penasaran yang begitu kuat di hatinya menuntun ia untuk mencari tahu lebih dalam mengenai hal ini, terutama setelah ia berhasil mengartikan isi dari naskah kuno tersbut.

Dunia dan kefanaan ini di ciptakan saling terhubung satu sama lain, semakin masuk kedalam semakin manusia akan menyadari jika segala hal berjalan dengan kadar yang pasti dan yang membuatnya samar hanyalah pikiran.

Tepat empat bulan dari kejadian tersebut, kini informasi yang di kumpulkan Akasia seolah seperti potongan pudzle yang tersusun dan membentuk sebuah gambaran utuh tentang sebuah anomali di dunia ini, salah satunya artikel yang merujuk pada kejadian kisah dalam masa Sulaiman AS, Akasia seorang muslim, sejauh ini ia hanya mengenal cerita tentang istana seorang ratu yang berpindah dalam sekejap atas salah satu mukzizat dari Sulaiman AS dari ia sekolah dasar yang di ceritakan oleh guru pendidikan agama kala itu. Ternyata lebih dari itu, artikel yang ia temukan lebih jauh menjelaskan tentang hal lainya dalam kisah dalam kitab sucinya itu.

Penjelasan bahwa ketika Sulaiman AS membuat sayembara kepada pengikutnya yang beberapa terdiri dari golongan manusia dan jin, maka di dapati seorang pria saleh dari kalangan pembesar, di sebagian riwayat menjelaskan bahwa pria tersebut masih berhubungan darah dengan Sulaiman AS, pria bernama Asif Bin Barkhiya menyanggupi permintaan Sulaiman AS jika Ia mampu atas ijin yang Maha kuasa untuk memindahkan istana sang ratu lebih cepat dari ifrit ras jin paling perkasa, yaitu hanya dengan satu kejapan mata, maka istana tersebut seketika sudah berpindah di hadapan Istana Sulaiman AS.

Maka Akasia menyimpulkan jika Asif Bin Barkhiya adalah manusia yang pertama kali diberi pengetahuan serta hikmah oleh sang maha pencipta kemampuan teleportasi. Bukan hanya itu, lebih jauh saat ia telah mengumpulkan artikel rahasia lainnya termasuk salah satunya beberapa teori dunia kuantum, sub-atomic, Double-Slit experiment serta suatu rahasia yang “Hilang” dan atau sengaja dihilangkan dari forum pertemuan para fisikawan dunia di brussel pada tahun 1927 yang melahirkan perbedaan pendapat diantara para fisikawan dunia saat itu, salah satunya antara Einstein dan Niels Bohr.

Di antara file di lembar kertas ukuran A4 yang berserakan di meja kerja di kamar kostnya malam itu terdapat sebuah gambar peta dunia yang berbeda dari peta dunia pada umumnya yang tampak jauh lebih kuno. Di peta tersebut terdapat beberapa titik merah berjumlah tiga puluh tiga yang sembilan diantaranya ada di indonesia lalu satu dari sembilan titik tersebut ada tak jauh dari tempat darimana akasia berasal, hanya sejam perjalanan bila ditempuh dengan kendaraan bermotor, satu tempat yang akasia yakini berada di sekitar Gunung Ciremai.

Hal ini pula yang sebenarnya menuntun ia untuk lebih dekat menuju anomali yang ia telah kumpulkan dan ajaibnya takdir seolah menuntun ia untuk kesana dengan adanya agenda reuni sekolah smp dia yang telah di jadualkan jauh hari sebelumnya, hanya Akasia yang tau jika alasan utama kepulangannya nanti bukan hanha untuk reuni sekolah melainkan untuk mengunjungi tempat pada titik dalam peta tersebut.

Akasia menyesap pelan kopi hitam yang mulai hangat dari cangkir stainless ukuran sedang di sisi atas kanan mejanya, lalu mengambil gawai tak jauh dari sisi cangkir, mengusap pola kunci dengan ibu jari, membuka aplikasi chat gradasi warna hijau-putih serta mencari kontak sebuah kontak nama. Begitu ketemu nama kontak yang dituju, ia sisipkan sebuah gambar reservasi tiket kereta online dan mengirimkannya kepada seseorang.

Tring….

Kurang dari semenit, tampak sebuah balasan dari Riri, sahabatnya itu.

Hah! Elo jadinya balik besok berati ka? Okay! Gue jemput elu di stasiun besar ya besok?

Yap! Jadinya besok gue fix balik. Wah, apa nggak ngrepotin nih?! Hehe.. elu emang gak sibuk prepare apa gitu? Kan lusanya adek lu wisuda?

Dih! Sans aja kalik bestie.. beres itumah, lagian karena masih prokes jadi aganya gak begitu ribetlah wisuda adek gue besok mah.

(((BESTIE))) ((((SANS))) ??? ini sebenernya gue apa elu sih yang anak jaksel] balasan chat Akasia.

Lalu Riri membalas dengan empat emoticon tertawa lepas.

Awas ye, besok! Gue unyel-unyel beneran elu nih! Wkwkwk

Hahahaha… Bodo! Anyway, see u tomorrow, bestie, hehe..

Riri!!!!! Please deh. Wkwkw


Dan sesaat setelah chat selesai, akasia memandangi sebuah foto perempuan di buku kenangan smp, sebuah potret yang tak lain sahabatnya ini. Seseorang yang selalu ada banyak bahkan disaat Akasia ada di titik terendah hidupnya, tipikal perempuan kharismatik, dewasa dan periang. Namun tentu saja dibalik sifatnya itu, hanya Akasia yang sangat mengenal bagimana itu semua membungkus hati Riri yang kadang ringkih. Tampak kuat dari luar namun melankolis dan perasa di dalamnya.

Bagi sebagian orang mungkin persahabatan antara lawan jenis adalah suatu hal yang mustahil bila salah satunya tidak memiliki perasaan “lebih” namun bagi Akasia ia seolah membuktikan bahwa selalu ada ketulusan dari hubungan persahabatan tanpa perasaaan cinta yang lebih. Setidaknya sampai detik ini, sampai Riri telah menemukan belahan jiwanya dan kelak akan menikah dengan pria tersebut, Akasia merasa bahagia dengan itu semua dan tetap menganggap Riri satu-satunya sahabat sejati baginya.

Di bagian bawah foto Riri tertera sebuah kalimat, atau lebih tepatnya kata-kata mutiara yang umumnya selalu ada di buku kenangan sekolah.

“Semua kenang kelak akan lekat di kening, kebersamaan adalah cerita yang lahir dan tumbuh bersama waktu dan bagian terbaik dari itu semua adalah kita pernah terikat oleh sebuah takdir” – Riri

 

 

Bagikan

About Thyandi

Thyandi

Thyandi

Indonesian Randoms Bloggers.

 Arungnadir.com adalah rumah yang saya bangun sebagai wadah untuk menuangkan segala hal yang ingin saya tulis tentang apapun yang saya sukai. Semoga  dengan itu rumah ini bisa berbagi kebermanfaatan.

Arung Nadir Quotes!

 “Bagi Gue, Kehidupan seperti halnya kepingan-kepingan pudzle yang dititipkan Tuhan untuk kita susun satu demi satu hingga kepingan tersebut menjadi satu bagian utuh. Dan ketika susunan pudzle itu telah sempurna, selalu ada pudzle lainnya yang menunggu untuk kita tuntaskan.”

Recent Post!

Laman Iklan!